๐ŸŒŠ MISI 006 JUBI: KE MANA PERGINYA AIR HUJAN?



[ JUBI MISSION SYSTEM ]

MISSION 006 DETECTED...

๐Ÿ“ Lokasi: Lingkungan Sekolah JUBI
๐Ÿ• Waktu: Setelah Hujan
๐ŸŸข Status: INVESTIGATION
๐Ÿ’ง Objek: AIR HUJAN
❓ Pertanyaan: KE MANA PERGINYA AIR HUJAN SETELAH JATUH KE BUMI?


Hujan baru saja berhenti.

Halaman sekolah masih dipenuhi genangan air.

Gani berjalan melewati halaman bersama Rasya, Exchel, Ilham, dan Izan.

Beberapa teman dari Squad 6A juga masih berada di sekitar sekolah.

Zafran dan Hendra sedang memperhatikan lapangan.

Naufal, Gifari, Wafi, dan Rehan berjalan menuju teras.

Namun Gani justru berhenti.

Ia menunjuk sebuah genangan.

“Eh, tadi airnya lebih banyak, kan?”

Rasya melihat ke bawah.

“Iya.”

Exchel ikut memperhatikan.

“Sekarang sudah mulai berkurang.”

Ilham menunjuk ke arah tanah.

“Sebagian mungkin masuk ke tanah.”

Izan menunjuk sisi halaman lainnya.

“Sebagian lagi mengalir ke sana.”

Mereka mengikuti aliran air kecil yang bergerak menuju saluran.

Gani kemudian berpikir.

“Kalau begitu...”

Semua menoleh.

Sebenarnya air hujan itu pergi ke mana?

Tiba-tiba...

[ BEEP! ]

Perangkat JUBI menyala.


๐Ÿš€ MISSION 006 START

OBJECTIVE:

๐ŸŒง️ Mengamati air setelah hujan.
๐ŸŒฑ Menyelidiki peresapan air ke tanah.
๐ŸŒŠ Mengamati aliran air di permukaan.
๐Ÿ”„ Menghubungkan hasil pengamatan dengan siklus air.


๐Ÿ”Ž INVESTIGASI SQUAD 6A



Kelima anak itu membawa pertanyaan mereka ke ruang IPAS.

Dedeng-sensei sudah berada di sana.

Gani langsung bercerita.

“Sensei, kami melihat air hujan menghilang setelah hujan.”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Apakah airnya benar-benar menghilang?”

Kelima anak itu terdiam.

Rasya menjawab,

“Hmm... mungkin tidak.”

“Bagus,” kata Dedeng-sensei.

“Kalau begitu, jangan mencari jawaban dari dugaan saja.”

Ia menunjuk halaman sekolah.

“Cari buktinya.”


๐ŸŒง️ AIR HUJAN TIDAK HANYA DIAM DI TEMPAT

Mereka kembali ke halaman.

Gani memperhatikan genangan di permukaan semen.

Rasya melihat tanah di dekat taman.

Exchel memperhatikan rumput.

Ilham mengikuti aliran air kecil.

Izan mencatat hasil pengamatan.

Mereka menemukan sesuatu yang menarik.

Di permukaan yang keras seperti semen, air lebih mudah terlihat menggenang atau mengalir.

Sementara di tanah dan area berumput, sebagian air dapat meresap ke dalam tanah.

Gani mulai memahami.

“Berarti permukaan tempat air jatuh juga berpengaruh.”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Tepat.”


๐ŸŒฑ KE MANA AIR YANG MERESAP?

Rasya mengambil catatan.

“Kalau air masuk ke tanah, berarti airnya masih ada?”

“Benar,” jawab Dedeng-sensei.

Sebagian air hujan dapat meresap ke dalam tanah.

Air yang meresap dapat tersimpan di dalam tanah dan menjadi bagian dari air tanah.

Namun, tidak semua air hujan akan meresap.

Hal itu bergantung pada kondisi tanah, tumbuhan, kemiringan permukaan, dan kondisi lingkungan lainnya.


๐ŸŒŠ AIR YANG MENGALIR

Ilham menunjukkan aliran air kecil.

“Kalau yang ini tidak masuk tanah.”

Air tersebut bergerak mengikuti permukaan yang lebih rendah.

Inilah yang disebut aliran permukaan.

Air hujan dapat mengalir menuju tempat yang lebih rendah dan kemudian masuk ke saluran air, sungai, dan berbagai badan air lainnya.

Exchel mengangguk.

“Jadi sebagian air hujan bergerak di atas permukaan.”

“Betul,” kata Dedeng-sensei.


๐Ÿง  IPAS CHECKPOINT

Squad 6A mulai menyusun hasil penyelidikan.

PETUNJUK 01

๐ŸŒง️ Air hujan sampai ke permukaan Bumi.

PETUNJUK 02

๐ŸŒฑ Sebagian air dapat meresap ke dalam tanah.

PETUNJUK 03

๐ŸŒŠ Sebagian air dapat mengalir di permukaan menuju tempat yang lebih rendah.

PETUNJUK 04

๐Ÿž️ Air dapat masuk ke sungai, danau, atau badan air lainnya.

PETUNJUK 05

☀️ Air di permukaan juga dapat kembali ke atmosfer melalui proses penguapan.


๐Ÿ”ฌ MINI MISSION: TANAH ATAU SEMEN?

Sekarang giliranmu menjadi IPAS Explorer.

Lakukan pengamatan sederhana di lingkungan sekolah atau rumah.

Carilah dua permukaan yang berbeda, misalnya:

๐ŸŒฑ tanah atau rumput

dan

⬜ permukaan semen atau area keras lainnya.

Setelah hujan, atau dengan bantuan orang dewasa/guru menggunakan air dalam jumlah secukupnya, amati:

Apa yang terjadi pada air di kedua permukaan tersebut?

Catat hasil pengamatanmu.

๐Ÿ“ TABEL PENGAMATAN

PermukaanApa yang terjadi pada air?
๐ŸŒฑ Tanah/Rumput__________
⬜ Permukaan keras__________

๐Ÿค” MISSION QUESTION

Coba pikirkan hasil pengamatanmu.

1. Mengapa sebagian air dapat meresap ke tanah?

2. Mengapa air dapat mengalir di permukaan?

3. Apakah semua air hujan meresap ke tanah?

4. Ke mana air yang mengalir di permukaan dapat pergi?

5. Bagaimana proses ini berhubungan dengan siklus air?

Tidak perlu menjawab hanya berdasarkan hafalan.

Gunakan hasil pengamatanmu sebagai bukti.


๐ŸŒ SQUAD 6A MENYUSUN PETA PERJALANAN AIR

Gani mengambil spidol.

Ia menggambar sebuah diagram di papan.

☀️ MATAHARI
๐Ÿ’ง PENGUAPAN
☁️ AWAN
๐ŸŒง️ HUJAN
๐ŸŒ PERMUKAAN BUMI
↙ ↘
๐ŸŒฑ TANAH ๐ŸŒŠ ALIRAN
↓ ↓
AIR TANAH SUNGAI/DANAU

Izan memperhatikan diagram itu.

“Jadi air hujan punya banyak kemungkinan perjalanan.”

“Benar,” kata Dedeng-sensei.

“Dan perjalanan air tidak berhenti ketika hujan selesai.”


๐Ÿ’ก SATU HAL YANG HARUS DIINGAT

Air hujan yang terlihat menghilang dari halaman tidak berarti air tersebut lenyap.

Air dapat:

๐Ÿ’ง meresap ke tanah,

๐ŸŒŠ mengalir menuju tempat yang lebih rendah,

๐Ÿž️ masuk ke sungai atau badan air,

atau

☀️ pada kondisi tertentu kembali ke atmosfer melalui penguapan.

Air terus bergerak melalui lingkungan.

Itulah salah satu bagian dari siklus air.


๐ŸŒฆ️ JUBI JOURNAL

Rasya menulis sebuah kalimat besar di buku catatannya:

“Air tidak menghilang. Air berpindah.”

Gani mengangguk.

“Sekarang aku mengerti kenapa genangan tadi bisa berkurang.”

Exchel menambahkan,

“Sebagian mungkin meresap.”

Ilham menunjuk saluran air.

“Sebagian mengalir.”

Izan melihat diagram.

“Dan perjalanan airnya masih terus berlanjut.”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Sekarang kalian mulai melihat lingkungan bukan hanya sebagai tempat untuk bermain.”

“Tapi sebagai tempat untuk menyelidiki.”


๐Ÿšจ TAPI INVESTIGASI BELUM SELESAI...

Squad 6A kembali melihat aliran air.

Air bergerak menuju saluran.

Kemudian mereka melihat arah alirannya semakin jauh.

Gani bertanya,

“Kalau air terus mengalir dari sini...”

Rasya melanjutkan,

“...air itu akan sampai ke mana?”

Ilham melihat peta wilayah di ruang IPAS.

“Apakah akhirnya masuk ke sungai?”

Exchel menambahkan,

“Kalau sungainya terus mengalir...”

Izan menyelesaikan pertanyaannya:

“Apakah semua air dari daratan akhirnya bisa sampai ke laut?”

Semua terdiam.

Kemudian...

[ BEEP! ]

Perangkat JUBI menyala.

[ MISSION 006 ]

STATUS : COMPLETE
NEW QUESTION DETECTED.
๐ŸŒŠ AIR DARI DARAT
MENUJU KE MANA?
MISSION 007
STATUS : LOCKED

Gani tersenyum.

“Pertanyaan baru lagi.”

Rasya tertawa.

“JUBI memang tidak pernah kehabisan pertanyaan.”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Selama kalian masih mau mengamati dunia, pertanyaan akan selalu ada.”

[ MISSION 006 COMPLETE ]


๐Ÿงญ PETA PETUALANGAN JUBI

๐Ÿ  Baru mengenal JUBI?

Mulai perjalanan dari:

๐Ÿ‘‰ JUBI: Peta Petualangan IPAS — Selamat Datang di Angkatan X

๐ŸŒž Misi 001

๐Ÿ‘‰ Misteri Bayangan — Kenapa Panjangnya Bisa Berubah?

๐ŸŒŽ Misi 002

๐Ÿ‘‰ Matahari yang Berpindah — Bumi atau Matahari yang Bergerak?

๐ŸŒ Misi 003

๐Ÿ‘‰ Malam di Satu Tempat, Siang di Tempat Lain

๐ŸŒ™ Misi 004

๐Ÿ‘‰ Kenapa Bulan Terlihat Berubah?

๐ŸŒฆ️ Misi 005

๐Ÿ‘‰ Langit Mendung, Hujan ke Mana?

๐ŸŒŠ Misi 006

Kamu sedang berada di sini.

๐Ÿ”’ Misi 007

Segera dibuka...


๐Ÿ’ฌ MISSION CHALLENGE

Setelah hujan berikutnya, pilih satu tempat yang aman untuk diamati.

Perhatikan air yang ada di sana.

Kemudian cari tahu:

๐Ÿ’ง Apakah air meresap?

๐ŸŒŠ Apakah air mengalir?

๐Ÿž️ Ke mana air bergerak?

☀️ Apa yang mungkin terjadi pada air tersebut setelah beberapa waktu?

Tuliskan hasil pengamatanmu seperti seorang peneliti.

Tidak harus langsung benar.

Peneliti belajar dari pengamatan, kemudian memperbaiki kesimpulannya berdasarkan bukti.


๐Ÿš€ BERSAMBUNG KE MISSION 007

JUBI — Peta Petualangan IPAS

Amati dunia. Ajukan pertanyaan. Temukan jawabannya.

๐ŸŒŠ MISI 006 JUBI: KE MANA PERGINYA AIR HUJAN?

Posted by : Dedeng Iskandar Alfarenzi 0 Comments

๐ŸŒฆ️ MISI 005 JUBI: LANGIT MENDUNG, HUJAN KE MANA?



[ JUBI MISSION SYSTEM ]

MISSION 005 DETECTED...

๐Ÿ“ Lokasi: Halaman Sekolah JUBI
๐Ÿ• Waktu: Jam Istirahat
๐ŸŸข Status: INVESTIGATION
☁️ Objek: AWAN
๐ŸŒง️ Fenomena: HUJAN
❓ Pertanyaan: KALAU LANGIT MENDUNG, KENAPA HUJAN TIDAK SELALU LANGSUNG TURUN?


Jam istirahat baru saja dimulai.

Squad Nanass sedang berkumpul di halaman sekolah.

Naura / Ara-ara no Mi melihat ke arah langit.

Awan putih yang tadi terlihat mulai berubah semakin tebal.

“Kayaknya sebentar lagi hujan,” katanya.

Amira-hime ikut melihat ke atas.

“Belum tentu.”

Nada / Shafira menunjuk ke arah awan.

“Tapi awannya sudah banyak.”

Salsa memperhatikan suasana sekitar.

“Anginnya juga mulai terasa.”

Shavina melihat langit sekali lagi.

“Kalau memang mau hujan, kenapa belum turun?”

Mereka menunggu.

Lima menit...

Tidak hujan.

Sepuluh menit...

Masih belum hujan.

Naura tertawa.

“Jadi awan mendung belum tentu langsung hujan?”

Shavina mengangguk.

“Pertanyaannya justru... kenapa?

Tiba-tiba...

[ BEEP! ]

Perangkat JUBI menyala.


๐Ÿš€ MISSION 005 START

OBJECTIVE:

☁️ Mengamati awan.
๐Ÿ’ง Menelusuri perjalanan air.
๐ŸŒก️ Memahami perubahan wujud air.
๐ŸŒง️ Menemukan bagaimana hujan dapat terbentuk.


๐Ÿ”Ž INVESTIGASI SQUAD NANASS

Mereka membawa pertanyaan itu ke ruang IPAS.

Dedeng-sensei sedang menyiapkan beberapa benda untuk kegiatan pengamatan.

Naura langsung bertanya,

“Sensei, kalau awannya sudah mendung, kenapa hujannya tidak selalu langsung turun?”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Pertanyaan bagus.”

“Jadi jawabannya apa?” tanya Salsa.

Dedeng-sensei menunjuk meja.

“Daripada saya yang menjawab, bagaimana kalau kalian menyelidikinya?”

Squad Nanass langsung mendekat.

Di atas meja terdapat wadah transparan, air, dan es.

Amira memperhatikan.

“Kita mau membuat hujan?”

“Bukan hujan sungguhan,” jawab Dedeng-sensei.

“Ini hanya model sederhana untuk membantu kalian memahami salah satu proses yang terjadi di alam.”


๐Ÿ’ง DARI MANA AIR HUJAN BERASAL?

Dedeng-sensei mengawali penyelidikan dengan sebuah pertanyaan.

“Coba sebutkan tempat-tempat yang memiliki air.”

Squad Nanass mulai menjawab.

“Laut.”

“Sungai.”

“Danau.”

“Kolam.”

“Tanah.”

“Bahkan tumbuhan juga memiliki air.”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Benar.”

Air di permukaan Bumi mendapatkan energi panas, terutama dari Matahari.

Sebagian air kemudian mengalami penguapan.

Air yang semula berbentuk cair berubah menjadi uap air.

Uap air tersebut berada di atmosfer dan menjadi bagian dari udara.

Naura mulai memahami.

“Jadi air laut bisa ikut masuk ke udara dalam bentuk uap?”

“Tepat.”


☁️ LALU, BAGAIMANA AWAN TERBENTUK?

Dedeng-sensei melanjutkan.

“Sekarang bayangkan uap air berada di udara dan mengalami pendinginan.”

Uap air dapat mengalami kondensasi, yaitu perubahan dari uap air menjadi titik-titik air.

Titik-titik air tersebut dapat berkumpul di atmosfer dan membentuk awan.

Shavina mengangguk.

“Jadi awan berhubungan dengan air yang sebelumnya menguap?”

“Betul.”

Salsa kemudian bertanya,

“Kalau begitu, begitu awan terbentuk, hujan langsung turun?”

Dedeng-sensei menggeleng.

“Belum tentu.”


๐ŸŒง️ MENGAPA TIDAK SEMUA AWAN LANGSUNG MENJADI HUJAN?

Squad Nanass kembali memperhatikan.

Di dalam awan terdapat banyak titik air yang sangat kecil.

Dalam kondisi tertentu, titik-titik air dapat bergabung dan menjadi lebih besar.

Jika butir air menjadi cukup besar dan berat sehingga tidak lagi dapat bertahan di awan, air dapat jatuh ke permukaan Bumi sebagai hujan.

Jadi prosesnya tidak sesederhana:

☁️ Awan → langsung ๐ŸŒง️ hujan

Ada proses yang berlangsung terlebih dahulu.

Naura menuliskan kesimpulannya:

Air harus mengalami berbagai proses sebelum akhirnya dapat kembali ke permukaan Bumi sebagai hujan.


๐Ÿง  IPAS CHECKPOINT

Squad Nanass menyusun petunjuk yang mereka temukan.

PETUNJUK 01

☀️ Air di permukaan Bumi mendapatkan energi panas.

PETUNJUK 02

๐Ÿ’ง Sebagian air mengalami penguapan dan berubah menjadi uap air.

PETUNJUK 03

☁️ Uap air mengalami pendinginan dan dapat mengalami kondensasi menjadi titik-titik air.

PETUNJUK 04

☁️ Titik-titik air berkumpul di atmosfer dan membentuk awan.

PETUNJUK 05

๐ŸŒง️ Jika butir air menjadi cukup besar dan berat, air dapat jatuh ke Bumi sebagai hujan.


๐Ÿ”„ PERJALANAN AIR BELUM SELESAI

Amira memperhatikan diagram yang dibuat di papan.

“Tunggu.”

Semua menoleh.

“Kalau air dari laut bisa menguap, lalu menjadi awan, kemudian turun sebagai hujan...”

Amira menunjuk gambar permukaan Bumi.

“Airnya nanti kembali ke laut lagi?”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Sekarang kamu sudah menemukan pertanyaan berikutnya.”

Air di Bumi memang terus mengalami perpindahan dan perubahan melalui suatu proses yang disebut siklus air.

Air dapat berpindah dari permukaan Bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke permukaan Bumi.

Proses tersebut berlangsung terus-menerus.


๐Ÿงช MINI MISSION: JEJAK AIR

Sekarang giliranmu menjadi IPAS Explorer.

Amati lingkungan di sekitar rumah atau sekolah.

Cari contoh tempat yang memiliki air.

Misalnya:

๐ŸŒŠ sungai
๐ŸŒณ tanah lembap
๐Ÿชฃ ember
๐ŸŠ kolam
๐ŸŒฑ tumbuhan
☁️ awan

Kemudian coba pikirkan:

Dari mana air tersebut berasal?

Ke mana air tersebut mungkin berpindah?

Kamu tidak harus mengetahui semua jawabannya.

Tuliskan dugaanmu terlebih dahulu.


๐Ÿ”ฌ MINI OBSERVATION

Setelah hujan, coba perhatikan lingkungan sekitar.

Apakah kamu menemukan:

๐Ÿ’ง genangan air?

๐ŸŒฑ tanah yang menjadi lebih basah?

๐ŸŒŠ air yang mengalir menuju tempat lebih rendah?

☀️ beberapa waktu kemudian genangan mulai berkurang?

Perubahan tersebut dapat menjadi bahan pengamatan sederhana tentang perjalanan air di lingkungan kita.


⚠️ CATATAN IPAS

Percobaan dan pengamatan di rumah atau sekolah harus dilakukan dengan alat yang aman dan didampingi orang dewasa atau guru jika diperlukan.

Tujuan kegiatan ini bukan membuat hujan sungguhan, tetapi memahami bahwa air dapat mengalami perubahan dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.


๐Ÿค” MISSION QUESTION

Sekarang coba jawab berdasarkan penyelidikanmu.

1. Apa yang dimaksud dengan penguapan?

2. Apa yang dimaksud dengan kondensasi?

3. Bagaimana awan dapat terbentuk?

4. Mengapa awan tidak selalu langsung menghasilkan hujan?

5. Apa hubungan antara hujan dan perjalanan air di Bumi?


๐ŸŒฆ️ SQUAD NANASS MENEMUKAN JAWABANNYA

Langit di luar mulai kembali cerah.

Naura melihat ke jendela.

“Jadi tadi awannya belum tentu langsung hujan karena masih ada proses yang harus terjadi.”

Amira mengangguk.

“Air ternyata terus berpindah.”

Nada menambahkan,

“Dari permukaan Bumi ke udara...”

Salsa melanjutkan,

“...lalu kembali lagi ke Bumi.”

Shavina tersenyum.

“Berarti air tidak pernah benar-benar berhenti melakukan perjalanan.”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Dan perjalanan itu belum selesai.”

[ BEEP! ]

Perangkat JUBI menyala.


[ MISSION 005 ]

STATUS : COMPLETE
NEW QUESTION DETECTED.
"Setelah air hujan
sampai ke Bumi...
KE MANA AIR ITU PERGI?"
MISSION 006
STATUS : LOCKED

Squad Nanass terdiam.

Naura melihat teman-temannya.

“Berarti kita harus mengikuti perjalanan air berikutnya.”

Dedeng-sensei tersenyum.

“Petualangan belum selesai.”

[ MISSION 005 COMPLETE ]


๐ŸŒŸ JUBI JOURNAL

Hari ini Squad Nanass menemukan bahwa hujan bukan sekadar air yang tiba-tiba jatuh dari langit.

Ada perjalanan panjang yang melibatkan air di permukaan Bumi dan atmosfer.

☀️ Penguapan

☁️ Kondensasi

☁️ Pembentukan awan

๐ŸŒง️ Hujan

๐ŸŒ Air kembali ke permukaan Bumi

Dan perjalanan tersebut dapat berlanjut kembali.

Inilah salah satu contoh bagaimana air terus bergerak dalam siklus air.

Satu pertanyaan sederhana tentang awan akhirnya membawa Squad Nanass memahami proses yang jauh lebih besar.

AMATI → BERTANYA → COBA → TEMUKAN BUKTI → PAHAMI


๐Ÿงญ PETA PETUALANGAN JUBI

๐Ÿ  Baru mengenal JUBI?

Mulai perjalanan dari:

๐Ÿ‘‰ JUBI: Peta Petualangan IPAS — Selamat Datang di Angkatan X

๐ŸŒž Misi 001

๐Ÿ‘‰ Misteri Bayangan — Kenapa Panjangnya Bisa Berubah?

๐ŸŒŽ Misi 002

๐Ÿ‘‰ Matahari yang Berpindah — Bumi atau Matahari yang Bergerak?

๐ŸŒ Misi 003

๐Ÿ‘‰ Malam di Satu Tempat, Siang di Tempat Lain

๐ŸŒ™ Misi 004

๐Ÿ‘‰ Kenapa Bulan Terlihat Berubah?

๐ŸŒฆ️ Misi 005

Kamu sedang berada di sini.

๐Ÿ”’ Misi 006

Segera dibuka...


๐Ÿ’ฌ MISSION CHALLENGE

Setelah hujan berikutnya, coba perhatikan satu hal:

Apa yang terjadi pada air hujan setelah sampai di tanah?

Apakah sebagian:

๐Ÿ’ง menggenang?

๐ŸŒฑ meresap ke tanah?

๐ŸŒŠ mengalir ke tempat yang lebih rendah?

☀️ kemudian menghilang dari genangan setelah terkena panas?

Tuliskan hasil pengamatanmu.

Jangan hanya bertanya “ke mana air pergi?”

Cobalah menjadi seorang peneliti dan cari buktinya.


๐Ÿš€ BERSAMBUNG KE MISSION 006

JUBI — Peta Petualangan IPAS

Amati dunia. Ajukan pertanyaan. Temukan jawabannya.

๐ŸŒฆ️ Misi 005 JUBI: Langit Mendung, Hujan ke Mana?

Posted by : Dedeng Iskandar Alfarenzi 0 Comments


๐ŸŒ™ MISI 004 JUBI: KENAPA BULAN TERLIHAT BERUBAH?

[ JUBI MISSION SYSTEM ]

MISSION 004 DETECTED...

๐Ÿ“ Lokasi: Halaman Sekolah
๐Ÿ• Waktu: Setelah Kegiatan Sekolah
๐ŸŸข Status: INVESTIGATION
๐ŸŒ™ Objek: BULAN
❓ Pertanyaan: KENAPA BENTUK BULAN TERLIHAT BERUBAH?


Sore itu, kegiatan sekolah baru saja selesai.

Sebagian siswa sudah bersiap pulang.

Di sisi halaman sekolah, Ninis Nisya Azwa dan Keyy Khayla masih duduk sambil melihat catatan mereka.

Ninis membuka buku kecilnya.

“Keyy, coba lihat.”

Keyy mendekat.

“Apa?”

Ninis menunjukkan beberapa gambar.

Ada gambar Bulan berbentuk seperti lengkungan tipis.

Ada yang terlihat setengah.

Ada pula gambar Bulan yang tampak hampir bulat.

Keyy memperhatikan satu per satu.

“Ini kamu gambar sendiri?”

Ninis mengangguk.

“Aku gambar beberapa malam.”

Keyy mengerutkan dahi.

“Tapi... kok bentuk Bulannya beda-beda?”

Ninis menatap langit.

“Itu yang bikin aku penasaran.”

Keyy ikut melihat ke atas.

“Jangan-jangan Bulannya berubah bentuk?”

Ninis terdiam.

Kemudian...

[ BEEP! ]

Perangkat JUBI menyala.


๐Ÿš€ MISSION 004 START

OBJECTIVE:

๐ŸŒ™ Amati Bulan.
☀️ Cari tahu dari mana cahaya Bulan berasal.
๐ŸŒ Hubungkan posisi Bulan, Bumi, dan Matahari.
๐Ÿง  Cari tahu mengapa bentuk Bulan yang terlihat dapat berubah.


๐Ÿ”Ž INVESTIGASI DUO NIKA

“Kalau Bulannya benar-benar berubah bentuk...” kata Keyy.

“...berarti ada sesuatu yang aneh,” lanjut Ninis.

Mereka membawa catatan pengamatan ke ruang IPAS.

Di sana Dedeng-sensei sedang menyiapkan beberapa alat sederhana.

Ninis menunjukkan catatannya.

“Sensei, kami menemukan sesuatu.”

Dedeng-sensei melihat gambar-gambar tersebut.

“Menarik.”

Keyy menunjuk salah satu gambar.

“Kenapa Bulan bisa berbeda bentuk?”

Dedeng-sensei tidak langsung menjawab.

Ia justru mengambil sebuah bola kecil.

Kemudian sebuah bola yang lebih besar.

Terakhir, ia menyalakan sebuah lampu.

Ninis memperhatikan.

“Yang besar Bumi?”

“Benar.”

Keyy menunjuk bola kecil.

“Kalau yang ini Bulan?”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Dan lampu ini kita gunakan sebagai model Matahari.”

Ninis tersenyum.

“Berarti kita eksperimen?”

Dedeng-sensei tersenyum balik.

“Sekarang kita cari tahu.”


☀️ DARI MANA BULAN MENDAPATKAN CAHAYA?

Dedeng-sensei menyalakan sumber cahaya.

Cahaya mengenai bola kecil yang digunakan sebagai model Bulan.

Keyy memperhatikan bagian yang terkena cahaya.

“Jadi Bulan mendapat cahaya dari Matahari?”

“Tepat.”

Ninis mengangguk.

“Berarti Bulan bukan sumber cahaya sendiri?”

“Benar.”

Bulan tampak terang karena memantulkan cahaya Matahari.

Jadi ketika kita melihat Bulan bersinar di langit malam, cahaya yang sampai ke mata kita berasal dari cahaya Matahari yang dipantulkan oleh permukaan Bulan.


๐ŸŒ™ LALU, KENAPA BENTUKNYA TERLIHAT BERUBAH?

Dedeng-sensei meminta Ninis menggerakkan model Bulan mengelilingi model Bumi.

Keyy mengamati dari posisi tertentu.

“Wah!”

Ninis ikut melihat.

“Bagian yang terang kelihatannya berubah.”

Dedeng-sensei mengangguk.

“Karena posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari berubah.”

Ketika Bulan bergerak mengelilingi Bumi, bagian permukaan Bulan yang terkena cahaya Matahari tetap ada.

Namun, dari Bumi kita dapat melihat bagian terang tersebut dalam bentuk yang berbeda-beda.

Perubahan kenampakan Bulan yang kita lihat dari Bumi disebut fase Bulan.


๐ŸŒ™ MENGENAL FASE BULAN

Bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi dapat berubah secara bertahap.

Beberapa fase yang dapat kita kenali antara lain:

๐ŸŒ‘ Bulan baru
Bulan tampak sangat sulit terlihat karena bagian yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya Matahari secara langsung.

๐ŸŒ’ Sabit
Sebagian kecil bagian Bulan yang terkena cahaya tampak dari Bumi.

๐ŸŒ“ Perbani awal
Bulan tampak sekitar setengah bagian.

๐ŸŒ” Cembung
Bagian Bulan yang terlihat terang semakin besar.

๐ŸŒ• Purnama
Bulan tampak bulat penuh dari Bumi.

Setelah itu, kenampakan Bulan kembali berubah secara bertahap.

Jadi Bulan tidak benar-benar berubah bentuk menjadi sabit, setengah, lalu bulat.

Yang berubah adalah bagian terang Bulan yang dapat kita lihat dari Bumi.


๐Ÿง  IPAS CHECKPOINT

Duo Nika menulis kesimpulan mereka.

PETUNJUK 01

๐ŸŒ™ Bulan adalah satelit alami Bumi.

PETUNJUK 02

☀️ Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri.

PETUNJUK 03

✨ Bulan tampak bercahaya karena memantulkan cahaya Matahari.

PETUNJUK 04

๐ŸŒ Posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari berubah ketika Bulan mengelilingi Bumi.

PETUNJUK 05

๐ŸŒ™ Perubahan kenampakan Bulan yang kita lihat disebut fase Bulan.


๐Ÿงช MINI MISSION: MODEL BUMI, BULAN, DAN MATAHARI

Sekarang giliranmu mencoba menjadi peneliti JUBI.

Gunakan:

☀️ sumber cahaya yang aman
๐ŸŒ bola sebagai model Bumi
๐ŸŒ™ bola kecil sebagai model Bulan

Letakkan sumber cahaya di satu tempat.

Kemudian amati bola kecil dari posisi pengamat.

Gerakkan bola kecil mengelilingi bola yang menjadi model Bumi.

Perhatikan bagian yang terkena cahaya.

Catat hasil pengamatanmu:

Posisi 1: __________________

Posisi 2: __________________

Posisi 3: __________________

Posisi 4: __________________

Apa yang terjadi pada bagian terang yang terlihat dari posisi pengamat?


๐Ÿ” MISSION QUESTION

Coba jawab berdasarkan hasil pengamatanmu.

1. Apakah Bulan menghasilkan cahaya sendiri?

2. Dari mana cahaya Bulan yang kita lihat berasal?

3. Mengapa kenampakan Bulan dapat berubah?

4. Apa yang dimaksud dengan fase Bulan?

Tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus.

Yang penting, pahami hubungan:

☀️ MATAHARI → ๐ŸŒ™ BULAN → ๐Ÿ‘€ PENGAMAT DI BUMI


๐Ÿคซ TAPI... ADA YANG ANEH

Ninis menutup buku catatannya.

“Sekarang aku mengerti kenapa Bulan terlihat berubah.”

Keyy mengangguk.

“Ternyata bukan Bulannya yang berubah bentuk.”

Ninis kemudian melihat ke luar jendela.

“Tapi aku baru ingat sesuatu.”

“Apa?”

“Kadang-kadang aku pernah melihat Bulan saat siang.”

Keyy terdiam.

“Bulan... bisa muncul siang hari?”

Ninis mengangguk.

“Pernah lihat?”

Keyy mulai berpikir.

Kemudian...

[ BEEP! ]

Perangkat JUBI kembali menyala.

[ NEW QUESTION DETECTED ]

๐ŸŒ™ BISAKAH BULAN TERLIHAT
SAAT SIANG HARI?

MISSION 005
STATUS : LOCKED

Keyy tertawa kecil.

“Jadi pertanyaan kita belum habis.”

Ninis tersenyum.

“Namanya juga JUBI.”

Dedeng-sensei yang sejak tadi memperhatikan mereka berkata,

“Pertanyaan yang baik selalu membuka pintu menuju pengetahuan berikutnya.”

Ninis dan Keyy saling berpandangan.

[ MISSION 004 COMPLETE ]


๐ŸŒŸ JUBI JOURNAL

Bulan selalu berada di langit sebagai bagian dari sistem Bumi dan benda-benda langit di sekitar kita.

Namun, kenampakannya dapat terlihat berbeda dari malam ke malam.

Setelah melakukan penyelidikan, kita mengetahui bahwa:

๐ŸŒ™ Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri.

☀️ Bulan memantulkan cahaya Matahari.

๐ŸŒ Bulan mengelilingi Bumi.

✨ Perubahan posisi Bulan menyebabkan perubahan bagian terang yang terlihat dari Bumi.

Perubahan kenampakan tersebut disebut fase Bulan.

Ternyata, melihat langit saja bisa menjadi awal sebuah penyelidikan IPAS.

AMATI → BERTANYA → COBA → TEMUKAN BUKTI → PAHAMI


๐Ÿงญ PETA PETUALANGAN JUBI

๐Ÿ  Baru mengenal JUBI?

Mulai perjalanan dari:

๐Ÿ‘‰ JUBI: Peta Petualangan IPAS — Selamat Datang di Angkatan X

๐ŸŒž Misi 001

๐Ÿ‘‰ Misteri Bayangan — Kenapa Panjangnya Bisa Berubah?

๐ŸŒŽ Misi 002

๐Ÿ‘‰ Matahari yang Berpindah — Bumi atau Matahari yang Bergerak?

๐ŸŒ Misi 003

๐Ÿ‘‰ Malam di Satu Tempat, Siang di Tempat Lain

๐ŸŒ™ Misi 004

Kamu sedang berada di sini.

๐Ÿ”’ Misi 005

Segera dibuka...


๐Ÿ’ฌ MISSION CHALLENGE

Cobalah mengamati Bulan pada beberapa malam yang berbeda.

Catat:

๐Ÿ“… tanggal pengamatan
๐Ÿ• waktu pengamatan
๐ŸŒ™ bentuk Bulan yang terlihat
☁️ kondisi langit

Kamu tidak harus mengamati setiap malam.

Jika langit berawan atau Bulan tidak terlihat, catat juga hasil pengamatan tersebut.

Setelah beberapa kali pengamatan, bandingkan catatanmu.

Apakah kenampakan Bulan selalu sama?

Apa yang kamu temukan?


๐Ÿš€ BERSAMBUNG KE MISSION 005

JUBI — Peta Petualangan IPAS

Amati langit. Ajukan pertanyaan. Temukan jawabannya.


๐ŸŒ™ Misi 004 JUBI: Kenapa Bulan Terlihat Berubah?

Posted by : Dedeng Iskandar Alfarenzi 0 Comments

- Copyright © 2013 Eren Jaeger - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -